Politisi Asal Sumatera Selatan : Nasional

Sumatera Selatan, sebuah provinsi yang terletak di Pulau Sumatera, memiliki kontribusi besar dalam dunia politik Indonesia.

Banyak politisi terkemuka berasal dari provinsi ini dan telah memberikan banyak kontribusi bagi pembangunan negara. Dalam artikel ini, akan dibahas mengenai beberapa politisi asal Sumatera Selatan yang telah menjadi sosok penting dalam dunia politik Indonesia. Berikut sederet Politisi Asal Sumatera Selatan :

1. Hatta Rajasa

Ir. Muhammad Hatta Rajasa lahir di Palembang, Sumatra Selatan pada 18 Desember 1953. Ayahnya bernama H. Muhammad Tohir, berasal dari Desa Jejawi, Ogan Komering Ilir Sumsel dan ibunya bernama Hj. Aisyah dari Desa Adumanis OKU Timur Sumsel. Beliau di lahirkan dari keluarga sederhana dan merupakan anak kedua dari 13 bersaudara.

2. Aulia Pohan

Aulia Tantowi Pohan (lahir palembang, 11 September 1945) adalah mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia. Kariernya sebagai pegawai Bank Indonesia di Urusan Pengawasan dan Pembinaan Bank-bank pada tahun 1971, menjadi staf Gubernur Bank Indonesia pada tahun 1979, Urusan Ekonomi dan Statistik, dan sebagai Associate Representative di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tokyo. Beliau merupakan besan dari presiden RI ke-6 indonesia yaitu Susilo Bambang Yudhoyono.

3. Djaelani Naro

Naro lahir di Palembang, Sumatera Selatan, sebagai anak dari Haji Datoek Naro, mantan pegawai Departemen Pertanian. Semasa mudanya, ia menjadi anggota Tentara Pelajar di Sumatera Selatan. Setelah pengakuan Indonesia, ia berangkat ke Yogyakarta untuk kuliah di Universitas Gadjah Mada. Akhirnya, dia tidak menyelesaikan studinya dan pergi ke Jakarta untuk belajar hukum di Universitas Indonesia. Ia juga bergabung dengan Gerakan Mahasiswa Jakarta (GMD) dan Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia.

Baca Juga  Istilah unik Sumatera Selatan : Wong Kito Nian

4. Marzuki Alie

Dr. H. Marzuki Alie, S.E., M.M. (lahir 6 November 1955) adalah politikus dan pengusaha Indonesia yang pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 2009–2014 dari Partai Demokrat. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Demokrat periode 2005–2010. Menjadi anggota Partai Demokrat hingga 2021, ia dikeluarkan dari partai selama perebutan kepemimpinan internal di dalam partai.

Marzuki kehilangan kursi DKI Jakarta III pada pemilihan umum 2014 karena Demokrat tidak dapat memperoleh cukup suara untuk memenangkan satu kursi pun di daerah pemilihan tersebut.

5. Tantowi Yahya

Tantowi Yahya (ejaan Soewandi: Tantowi Jahja, lahir 29 Oktober 1960) adalah seorang penyanyi, pembawa acara televisi, politikus dan aktor berkebangsaan Indonesia.

Tantowi merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia masa jabatan 2009-2017 dari Partai Golkar. Sebagai anggota parlemen ia menjabat sebagai anggota Komisi I (Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri & Komunikasi) dan Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar-Parlemen (BKSAP). Ini merupakan periode kedua Tantowi duduk sebagai anggota parlemen. Pada periode pertama (2009-2014) ia mewakili daerah pemilihan Sumatera Selatan, sementara pada periode kedua ia mewakili DKI Jakarta. Sebelum menjadi politikus dan anggota parlemen, Tantowi dikenal sebagai pembawa acara serta ikon musik country di Indonesia. Ia adalah kakak dari Helmy Yahya yang juga seorang pembawa acara.

6. Jimly Asshiddiqie

Prof.Dr.H.Jimly Asshiddiqie, S.H., M.H. (lahir palembang, 17 April 1956) adalah akademisi Indonesia yang pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden pada tahun 2010. Sejak Juni 2012 sampai dengan Juli 2017, ia dipercaya sebagai Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dari lembaga yang sebelumnya bernama Dewan kehormatan KPU yang juga ia pimpin pada tahun 2009 dan 2010. DKPP ini ia perkenalkan sebagai lembaga peradilan etika pertama dalam sejarah, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di dunia. Sebelumnya ia merupakan pendiri dan menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi pertama (2003–2008) dan diakui sebagai peletak dasar bagi perkembangan gagasan modernisasi peradilan di Indonesia.

Baca Juga  Sejarah Jembatan Ampera : Ikon Palembang yang Megah

7. Budi Karya Sumadi

Dr. (H.C.) Ir. Budi Karya Sumadi (lahir palembang, 18 Desember 1956) adalah Menteri Perhubungan Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Maju (2019 – 2024) setelah sebelumnya menjabat posisi yang sama pada Kabinet Kerja sejak 27 Juli 2016 menggantikan Ignasius Jonan. Ia dikenal sebagai salah satu menteri yang paling dekat dengan Presiden Joko Widodo, karena selalu menjadi pilihan sejak Presiden Jokowi masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Sebagai Menteri Perhubungan, Budi Karya dinilai cukup sukses dalam menangani mudik lebaran pada tahun 2018 dan tahun 2019.

Budi Karya Sumadi selama ini dikenal sebagai profesional yang bertangan dingin dalam memimpin sebuah perusahaan. Kiprahnya mulai mentereng sejak memimpin Badan usaha Milik Daerah (BUMD) di Ibukota, yakni PT Pembangunan Jaya Ancol dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Atas keberhasilannya itu, dia dipercaya memimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni, PT Angkasa Pura II

Politisi asal Sumatera Selatan telah memberikan kontribusi yang besar dalam dunia politik Indonesia. Mereka telah berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperjuangkan hak-hak rakyat kecil. Dalam tulisan ini, telah dikemukakan beberapa kontribusi yang telah dilakukan oleh politikus asal Sumatera Selatan, baik dalam bidang infrastruktur, pendidikan, maupun kesehatan.

Sumber : wikipedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *